Dibalik Kemarau

Bencana dan kekeringan melanda dunia
Bagai tiada ampun akan semua dosa
Insan dan hewan seolah tak bernyawa
Tumbuhan pun berguguran merata

Panas gersang bagai di gurun sahara
Tak kuat rasanya kerongkongan menahan dahaga
Kebakaran rumah dan hutan melanda
Api dan asap telah bertahta

Hiruk pikuk jeritan manusia bagai di neraka
Mungkinkah Tuhan kini telah murka
Apakah ini akibat prilaku manusia ?
Yang selalu berbuat dosa

Tuhan, masih adakah pertanda?
Untuk kami menghamba
Masih belum cukupkah tetesan air mata?
Sebegai  bukti penyesalan akan dosa



Untukmu Nona

Nona  yang manis
Kiranya sedang bingung
Tiada sakit engkau  menangis
Hanya karena pujaan hati yang kau sanjung

Janji, janjinya kah yang manis
Hingga nona menjadi bingung
Nona dunia ini tak seperti alis
Yang tipis dan berujung

Rontok  satu tak akan habis
Tumbuh seribu tak terbilang
Buruk jangan engkau tepis
Baik jangan cepat engkau sayang

Cinta itu bagaikan burung belibis
Mudah hinggap tapi tak bersarang
Cinta tak akan pernah habis

Bila sudah saling sayang
Posting Komentar